Skip to main content

Translate

5 Saran Yang Harus Anda Lakukan Ketika Terzalimi




KETIKA ENGKAU TERZALIMI

Yang namanya bergaul dengan manusia pasti ada saatnya kita tersakiti dan terzalimi, sebagaimana kita pun secara sadar atau tidak sering berbuat zhalim.

Allah Ta'ala berfirman: ۗ اِنَّ الْاِنْسَانَ لَـظَلُوْمٌ كَفَّارٌ .
"Sungguh, manusia itu sangat zalim dan sangat mengingkari (nikmat Allah)."
(QS. Ibrahim 14: Ayat 34)

Maka, sebesar apapun kebencian dan kekesalan kita pada seseorang jangan sampai membuat kita berkata dan bersikap tidak baik, bersikap tidak adil, bisa jadi suatu saat kita akan membutuhkan bantuan orang tersebut.

Allah Ta'ala berfirman:

وَلَا يَجْرِمَنَّكُمْ شَنَاٰنُ قَوْمٍ عَلٰٓى اَ لَّا تَعْدِلُوْا ۗ
.
"Dan janganlah kebencianmu terhadap suatu kaum mendorong kamu untuk berlaku tidak adil."
(QS. Al-Ma'idah 5: Ayat 8)

Saran dan solusi ketika tersakiti/terzhalimi :

1. Sabar, tahan lisan dan perbuatan. Ingat balasan Allah kepada orang-orang yang sabar.

2. Yakin, bahwa semua yang menimpa kita adalah bagian dari taqdir Allah yang tidak bisa kita hindari.

3. Tawakkal, pasrahkan semua urusan kepada Allah. Biarkan Allah saja yang menghukum dan membalas orang yang menyakiti dan berbuat zhalim tersebut.

4. Muhasabah, introspeksi diri dan perbaiki hubungan kita dengan Allah dan hubungan kita dengan manusia. Semua musibah yang menimpa kita tidak lain karena dosa-dosa kita juga. Dengan muhasabah kita jadi tahu kekurangan dan kesalahan kita, sehinga mudah bertaubat dan meminta maaf kepada manusia.
Sebagaimana kita ingin diampuni Allah dan dimaafkan manusia, maka kita juga harus bisa memaafkan kesalahan dan kezhaliman orang lain. Dengan demikian kita akan diampuni Allah Ta'ala.

Allah Ta'ala berfirman:

وَلْيَـعْفُوْا وَلْيَـصْفَحُوْا ۗ اَ لَا تُحِبُّوْنَ اَنْ يَّغْفِرَ اللّٰهُ لَـكُمْ ۗ وَاللّٰهُ غَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ
.
"Dan hendaklah mereka memaafkan dan berlapang dada. Apakah kamu tidak suka bahwa Allah mengampunimu? Dan Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang."
(QS. An-Nur 24: Ayat 22)

5. Sibukkan diri dengan ilmu dan kegiatan yang bermanfaat. Sibuk dalam kebaikan lebih baik daripada kosong dalam kesedihan.
Semoga bermanfaat.

Comments

Popular posts from this blog

Kisah Nabi Shalih ‘Alaihissalam

Kisah Nabi Shalih ‘Alaihissalam Di daerah Hijr yang terletak antara Hizaj dan Syam, dimana tempat tersebut sekarang disebut “Madaa’in Shalih” ada sebuah kabilah yang tinggal, namanya kabilah Tsamud. Nenek moyang mereka nasabnya sampai kepada Saam bin Nuh. Kehidupan mereka makmur, mereka memahat gunung dan menjadikannya sebagai rumah. Mereka menempati rumah itu di musim dingin untuk melindungi mereka dari hujan dan angin kencang. Mereka juga membuat istana pada tanah-tanah yang datar yang mereka tempati di musim panas. Allah Subhanahu wa Ta’ala mengaruniakan kepada mereka nikmat yang begitu banyak, Dia memberikan kepada mereka tanah yang subur, air tawar yang melimpah, kebun-kebun yang banyak, tanaman-tanaman, dan buah-buahan. Akan tetapi, mereka membalas nikmat tersebut dengan sikap ingkar, mereka kafir kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, dan tidak menyembah-Nya, yang mereka sembah malah patung dan menjadikannya sebagai sekutu bagi Allah. Kepada patung-patung itu, mereka berdoa, memperse...

Kisah Lengkap Nabi Yusuf ‘Alaihissalam

Yusuf ‘Alaihissalam Bermimpi Pada suatu malam ketika Yusuf masih kecil, ia bermimpi dengan mimpi yang menakjubkan. Ia bermimpi melihat sebelas bintang, matahari, dan bulan bersujud kepadanya. Ketika ia bangun, maka ia langsung mendatangi ayahnya, Nabi Ya’qub ‘alaihissalam menceritakan mimpinya itu. Ayahnya pun langsung memahami takwilnya, dan bahwa akan terjadi pada anaknya suatu urusan yang besar. Maka ayahnya segera mengingatkan Yusuf agar tidak menceritakan mimpinya itu kepada saudara-saudaranya yang nantinya setan akan merusak hubungan mereka dan berhasad kepadanya atas pemberian Allah itu. Yusuf pun menaati saran ayahnya. Saudara-saudara Yusuf Berniat Buruk Kepada Yusuf Nabi Ya’qub ‘alaihissalam sangat sayang kepada Yusuf sehingga membuat saudara-saudaranya merasa iri dengannya. Mereka pun berkumpul untuk membuat makar kepadanya agar Yusuf dijauhkan dari ayahnya dan kasih sayang itu beralih kepada mereka. Salah seorang di antara mereka mengusulkan untuk membunuh Yusuf atau membuan...

Hukum Menikahi Wanita Diluar Nikah • Fatwa NU

Hukum Menikahi Wanita Diluar Nikah • Fatwa NU Perempuan hamil di luar nikah berbeda dengan perempuan hamil dalam masa iddah atau ditinggal mati suaminya. Untuk mereka yang hamil dalam masa iddah atau ditinggal mati suami, pernikahan mereka tidak sah. Mereka boleh menikah lagi setelah melahirkan dan habis masa nifas. . Sedangkan perempuan hamil di luar nikah, tidak memiliki iddah. Karena, masa iddah hanya milik mereka yang menikah. Jadi pernikahan perempuan hamil di luar nikah tetap sah. Demikian diterangkan Syekh M Nawawi Banten dalam karyanya, Qutul Habibil Gharib, Tausyih ala Fathil Qaribil Mujib. . ولو نكح حاملا من زنا، صح نكاحه قطعا، وجاز له وطؤها قبل وضعه على الأ...