Bila hari ini orang orang yang engkau sayangi belum tersentuh hidayah...maka teruslah berusaha menyampaikan dgn lembut dan teruslah berdoa.
.
Sekali engkau menyampaikan..maka ia menolak, maka bersabarlah.
.
Kedua kalinya engkau menyampaikan...maka ia masih membantah juga,maka bersabarlah.
.
Ketiga kalinya engkau menyampaikan...maka ia masih belum tersentuh juga...maka bersabarlah.
.
Kita tidak pernah tau kapan dan dimana ia akan mendapatkan hidayah.
.
Bisa jadi saat ia mendapatkan masalah, ia ingat akan semua nasehatmu.
.
Bisa jadi..saat ia mau tidur ,ia teringat pesan pesan halus dakwahmu.
.
Bisa jadi..saat ia sedang dijalan bermacet macetan, ia pun ingat semua kata katamu.
.
Dan disaat itulah hidayah Allah terkadang menuntunnya untuk segera bertaubat dan berhijrah.
Maka tidak perlu terburu buru ketika berdakwah..karna tidak semua orang langsung bisa tersentuh dengan penyampaian kita.
.
Dan Allah lah yang memberikan hidayah...sejatinya kita hanya berusaha menyampaikan tanpa pemaksaan.
.
Sesungguhnya kamu tidak akan dapat memberi hidayah kepada orang yang kamu kasihi, tetapi Allah memberi hidayah kepada orang yang Dia kehendaki”. [Al Qashash/28 : 56]. .
Sesungguhnya engkau hanyalah seorang pemberi peringatan dan bagi tiap-tiap kaum ada orang yang memberi hidayah”. [Ar Ra‘d/13 : 7].
.
Kisah Nabi Shalih ‘Alaihissalam Di daerah Hijr yang terletak antara Hizaj dan Syam, dimana tempat tersebut sekarang disebut “Madaa’in Shalih” ada sebuah kabilah yang tinggal, namanya kabilah Tsamud. Nenek moyang mereka nasabnya sampai kepada Saam bin Nuh. Kehidupan mereka makmur, mereka memahat gunung dan menjadikannya sebagai rumah. Mereka menempati rumah itu di musim dingin untuk melindungi mereka dari hujan dan angin kencang. Mereka juga membuat istana pada tanah-tanah yang datar yang mereka tempati di musim panas. Allah Subhanahu wa Ta’ala mengaruniakan kepada mereka nikmat yang begitu banyak, Dia memberikan kepada mereka tanah yang subur, air tawar yang melimpah, kebun-kebun yang banyak, tanaman-tanaman, dan buah-buahan. Akan tetapi, mereka membalas nikmat tersebut dengan sikap ingkar, mereka kafir kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, dan tidak menyembah-Nya, yang mereka sembah malah patung dan menjadikannya sebagai sekutu bagi Allah. Kepada patung-patung itu, mereka berdoa, memperse...
Comments
Post a Comment