Skip to main content

Translate

Tips Istiqomah Hijrah



Kunci istiqomah hijrah ala Alila :
1. Ingat Mati.
Salah satu senjata ampuh untuk istiqomah adalah ingat mati. Karena kesempatan kita memperbaiki diri itu cuma sampai mati saja. Ya kalau misal kita mati nya ketika tua dan sudah bertaqwa, kalau kita mati besok dalam keadaan masih jahiliyah? Na'udzubillah..
.
2. Tau Diri
Dear.. Kita ini adalah manusia, makhluk yg lemah, serba kurang, dan banyak khilaf. Maka, jangan pernah merasa tinggi dan sombong dalam segala sesuatu. Termasuk perkara ilmu. Hijrah itu tiada batasnya, setoap haripun bisa. Sebab memabg tiap-tiap kita mempunyai kelemahan dan kefuturan baru setiap harinya. Maka jangan ragu  kita untuk kembali mendekatkan diri kepada Allah.
.
3. Ubah referensi
Kadang dalam hijrah, kita masih senang membaca, melihat, menonton sesuatu yang kontennya tidak islami, sia-sia dear.. bahkan menimbulkan kemaksiatan. Apa yg keluar dari kita, itu sebab apa yg masuk ke dalam pikiran kita. Maka isilah diri ini dengan referensi2 yg berfaedah 😊
.
4. Ubah lingkungan
Lingkungan sangat memengaruhi kita. Mewarnai kebiasaan perilaku dan pola berpikir kita. Maka agar perilakunkita baik dan sesuai dengan Islam, maka carilah lingkungan yg memaksimalkan itu
.
5. Sahabat Taat.
Kadang kita suka sebel dinasehatin sama temen tentang ketaatan. Kita lelah mendengar peringatannya. Dear, merekalah sahabat2 yg harus dipertahankan. Karena merekalah yg menguatkan kita sehingga kita tetap istiqomah. 😇
.

Comments

Popular posts from this blog

Kisah Nabi Shalih ‘Alaihissalam

Kisah Nabi Shalih ‘Alaihissalam Di daerah Hijr yang terletak antara Hizaj dan Syam, dimana tempat tersebut sekarang disebut “Madaa’in Shalih” ada sebuah kabilah yang tinggal, namanya kabilah Tsamud. Nenek moyang mereka nasabnya sampai kepada Saam bin Nuh. Kehidupan mereka makmur, mereka memahat gunung dan menjadikannya sebagai rumah. Mereka menempati rumah itu di musim dingin untuk melindungi mereka dari hujan dan angin kencang. Mereka juga membuat istana pada tanah-tanah yang datar yang mereka tempati di musim panas. Allah Subhanahu wa Ta’ala mengaruniakan kepada mereka nikmat yang begitu banyak, Dia memberikan kepada mereka tanah yang subur, air tawar yang melimpah, kebun-kebun yang banyak, tanaman-tanaman, dan buah-buahan. Akan tetapi, mereka membalas nikmat tersebut dengan sikap ingkar, mereka kafir kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, dan tidak menyembah-Nya, yang mereka sembah malah patung dan menjadikannya sebagai sekutu bagi Allah. Kepada patung-patung itu, mereka berdoa, memperse...

Kisah Lengkap Nabi Yusuf ‘Alaihissalam

Yusuf ‘Alaihissalam Bermimpi Pada suatu malam ketika Yusuf masih kecil, ia bermimpi dengan mimpi yang menakjubkan. Ia bermimpi melihat sebelas bintang, matahari, dan bulan bersujud kepadanya. Ketika ia bangun, maka ia langsung mendatangi ayahnya, Nabi Ya’qub ‘alaihissalam menceritakan mimpinya itu. Ayahnya pun langsung memahami takwilnya, dan bahwa akan terjadi pada anaknya suatu urusan yang besar. Maka ayahnya segera mengingatkan Yusuf agar tidak menceritakan mimpinya itu kepada saudara-saudaranya yang nantinya setan akan merusak hubungan mereka dan berhasad kepadanya atas pemberian Allah itu. Yusuf pun menaati saran ayahnya. Saudara-saudara Yusuf Berniat Buruk Kepada Yusuf Nabi Ya’qub ‘alaihissalam sangat sayang kepada Yusuf sehingga membuat saudara-saudaranya merasa iri dengannya. Mereka pun berkumpul untuk membuat makar kepadanya agar Yusuf dijauhkan dari ayahnya dan kasih sayang itu beralih kepada mereka. Salah seorang di antara mereka mengusulkan untuk membunuh Yusuf atau membuan...

Antara Riba Dan Kerasukan Setan

Pemakan Riba Seperti Orang Kerasukan Setan. Mereka mengalami banyak masalah dan bingung, harus seperti apa. Akan sibuk kesana kesini, seperti orang linglung, karena terus menerus mengejar dunia.. . “Orang-orang yang makan (mengambil) riba, (pada hari kiamat) mereka tidak akan dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kerasukan setan lantaran (tekanan) penyakit gila. Hal itu dikarenakan mereka berkata, Sesungguhnya jual beli itu adalah sama dengan riba, padahal Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba. Orang yang telah sampai kepadanya larangan dari Tuhannya, lalu terus berhenti (dari mengambil riba), maka baginya kentungan-keuntungan (hasil riba) yang telah diambilnya dahulu (sebelum datangnya larangan itu), dan urusannya (terserah) kepada Allah. Dan orang-orang yang mengulangi (mengambil riba), maka mereka adalah penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya. (QS: al-Baqarah 275) . Ketika menafsirkan ayat di atas, Asy-Syaikh ‘Abdurrahman As-Sa’di rahimahullah ...