Skip to main content

Translate

Bolehkah Izin Pergi Ke Kajian Tanpa Izin Orangtua?



Assalamu’alaykum Dear #lovalia bismillah Alila coba jawab pertanyaan diatas bagaimana menunjukan cahaya islam ke orang tua ? apa salah kalau kita keluar rumah untuk kajian tanpa sepengetahuan dan izin orang tua ?
.
"Dan Rabb-mu telah memerintahkan supaya kamu tidak menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu-bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan 'ah', janganlah kamu membentak mereka, dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia." .
Dear dari ayat diatas bisa kita simpulkan bahwa kita harus patuh kepada Allah dan tidak menyembah selain Allah, maka tugas kita adalah mengaji mencari tau apa aja sih yang Allah perintahkan dan apa aja yang dilarang Allah
.
Maka setelah itu kita aplikasikan dalam kehidupan sehari-hari, dan setelah kita mengetahui perkara apa aja yang Allah perintah. kita juga di perintahkan untuk mngajak orang tua kita mempelajari islam sama-sama.
.
Bagaimana cara mengajaknya?
1. kita berprilaku yang baik dan sopan kepada mereka, berkata baik dan berbakti kepada kedua orang tua, jika orang tua kita senang dengan sikap yang baik kepada mereka, ajaklah orang tua kita kekajian 
2. jika orang tua kita belum mau maka doakanlah orang tua kita agar orang tua kita juga sama ingin mengkaji islam bersama dengan kita
.
Dan ingat walaupun orang tua kita belum paham islam dan belum mau menjalankan islamnya kita tidak boleh berlaku kasar kepadanya sampai berkata Ah, tapi teruslah berbakti kepadanya selagi perintahnya baik-baik untuk kita maka turutilah, namun jika suruhannya menjauhkan kita kepada Allah, misal tidak mengizinkan kita pergi kekajian, maka tak apa kita tak perlu izin kepada orang tua kita, karena dari ayat Allah diatas, yang harus kita patuhi pertama Adalah Allah pergi kajian adalah upaya kita untuk memahami islam dan Allah senang itu,
Yang kedua adalah orang tua kita
.
Jadi tidak salah jika kita pergi kekajian tidak tahu orang tua. Namun denga syarat orang tua kita memang tidak suka dengan aktifitas kita pergi kekajian
.
Tapi kalau orng tua kita baik2 aja kita wajib memberitahunya bahwa kita pergi kekajian
.
Wallau'alam semoga bermanfaat
.
#TiadaUmmatTanpaUmm

Comments

Popular posts from this blog

Kisah Nabi Shalih ‘Alaihissalam

Kisah Nabi Shalih ‘Alaihissalam Di daerah Hijr yang terletak antara Hizaj dan Syam, dimana tempat tersebut sekarang disebut “Madaa’in Shalih” ada sebuah kabilah yang tinggal, namanya kabilah Tsamud. Nenek moyang mereka nasabnya sampai kepada Saam bin Nuh. Kehidupan mereka makmur, mereka memahat gunung dan menjadikannya sebagai rumah. Mereka menempati rumah itu di musim dingin untuk melindungi mereka dari hujan dan angin kencang. Mereka juga membuat istana pada tanah-tanah yang datar yang mereka tempati di musim panas. Allah Subhanahu wa Ta’ala mengaruniakan kepada mereka nikmat yang begitu banyak, Dia memberikan kepada mereka tanah yang subur, air tawar yang melimpah, kebun-kebun yang banyak, tanaman-tanaman, dan buah-buahan. Akan tetapi, mereka membalas nikmat tersebut dengan sikap ingkar, mereka kafir kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, dan tidak menyembah-Nya, yang mereka sembah malah patung dan menjadikannya sebagai sekutu bagi Allah. Kepada patung-patung itu, mereka berdoa, memperse...

Kisah Lengkap Nabi Yusuf ‘Alaihissalam

Yusuf ‘Alaihissalam Bermimpi Pada suatu malam ketika Yusuf masih kecil, ia bermimpi dengan mimpi yang menakjubkan. Ia bermimpi melihat sebelas bintang, matahari, dan bulan bersujud kepadanya. Ketika ia bangun, maka ia langsung mendatangi ayahnya, Nabi Ya’qub ‘alaihissalam menceritakan mimpinya itu. Ayahnya pun langsung memahami takwilnya, dan bahwa akan terjadi pada anaknya suatu urusan yang besar. Maka ayahnya segera mengingatkan Yusuf agar tidak menceritakan mimpinya itu kepada saudara-saudaranya yang nantinya setan akan merusak hubungan mereka dan berhasad kepadanya atas pemberian Allah itu. Yusuf pun menaati saran ayahnya. Saudara-saudara Yusuf Berniat Buruk Kepada Yusuf Nabi Ya’qub ‘alaihissalam sangat sayang kepada Yusuf sehingga membuat saudara-saudaranya merasa iri dengannya. Mereka pun berkumpul untuk membuat makar kepadanya agar Yusuf dijauhkan dari ayahnya dan kasih sayang itu beralih kepada mereka. Salah seorang di antara mereka mengusulkan untuk membunuh Yusuf atau membuan...

Antara Riba Dan Kerasukan Setan

Pemakan Riba Seperti Orang Kerasukan Setan. Mereka mengalami banyak masalah dan bingung, harus seperti apa. Akan sibuk kesana kesini, seperti orang linglung, karena terus menerus mengejar dunia.. . “Orang-orang yang makan (mengambil) riba, (pada hari kiamat) mereka tidak akan dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kerasukan setan lantaran (tekanan) penyakit gila. Hal itu dikarenakan mereka berkata, Sesungguhnya jual beli itu adalah sama dengan riba, padahal Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba. Orang yang telah sampai kepadanya larangan dari Tuhannya, lalu terus berhenti (dari mengambil riba), maka baginya kentungan-keuntungan (hasil riba) yang telah diambilnya dahulu (sebelum datangnya larangan itu), dan urusannya (terserah) kepada Allah. Dan orang-orang yang mengulangi (mengambil riba), maka mereka adalah penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya. (QS: al-Baqarah 275) . Ketika menafsirkan ayat di atas, Asy-Syaikh ‘Abdurrahman As-Sa’di rahimahullah ...