Skip to main content

Translate

Jangan Lupa Doa

Doa adalah senjata umat Islam. Kita berbisik pada bumi, tapi dijawab oleh langit

Sungguh berbahagialah siapa saja yang sering berdoa, juga didoakan oleh orang-orang sholih

Kadang-kadang kita sering mendapatkan kemudahan dan jalan keluar di setiap permasalahan. Ternyata itu adalah jawaban dari doa, juga atas doa orang-orang sholih yang mendoakan kita

Apalagi jika yang mendoakan malaikat, masyaallah... Niscaya doanya akan makbul

Seribu rupiah untuk parkir saja tidak cukup, apalagi untuk makan bakso

Tapi siapa sangka seribu rupiah bisa bermanfaat banyak bahkan membuat malaikat mendoakan kita "Tidak ada satu hari pun yang seorang hamba berada dipagi hari kecuali ada dua Malaikat yang turun. Salah satunya berkata : Ya Allah berikan pengganti kepada orang yang berinfaq. Sedangkan yang satunya lagi berkata ; Ya Allah berikan kebinasaan kepada orang yang menahan hartanya dari berinfaq." (Muttafaq Alaih)

Yuk gabung Program Super Dahsyat! Gerakan Infak Shubuh “One Day One Thousand”

Infak ini akan digunakan untuk:
1. Operasional pendidikan Yatim dan Dhu'afa

2. Biaya pembangunan fasillitas pesantren, asrama dan kelas

3. Bisa juga kalau mau diakadkan wakaf pembebasan lahan 5.000 M^2

Hanya seribu rupiah perhari, masa tak berani?
Yuk daftar:

Ketik Nama_Alamat_Aktivitas/Pekerjaan

Kirim ke

Ajak keluarga dan sahabatmu, informasikan berita gembira ini

Agar semakin banyak yang didoakan malaikat

Comments

Popular posts from this blog

Kisah Nabi Shalih ‘Alaihissalam

Kisah Nabi Shalih ‘Alaihissalam Di daerah Hijr yang terletak antara Hizaj dan Syam, dimana tempat tersebut sekarang disebut “Madaa’in Shalih” ada sebuah kabilah yang tinggal, namanya kabilah Tsamud. Nenek moyang mereka nasabnya sampai kepada Saam bin Nuh. Kehidupan mereka makmur, mereka memahat gunung dan menjadikannya sebagai rumah. Mereka menempati rumah itu di musim dingin untuk melindungi mereka dari hujan dan angin kencang. Mereka juga membuat istana pada tanah-tanah yang datar yang mereka tempati di musim panas. Allah Subhanahu wa Ta’ala mengaruniakan kepada mereka nikmat yang begitu banyak, Dia memberikan kepada mereka tanah yang subur, air tawar yang melimpah, kebun-kebun yang banyak, tanaman-tanaman, dan buah-buahan. Akan tetapi, mereka membalas nikmat tersebut dengan sikap ingkar, mereka kafir kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, dan tidak menyembah-Nya, yang mereka sembah malah patung dan menjadikannya sebagai sekutu bagi Allah. Kepada patung-patung itu, mereka berdoa, memperse...

Kisah Lengkap Nabi Yusuf ‘Alaihissalam

Yusuf ‘Alaihissalam Bermimpi Pada suatu malam ketika Yusuf masih kecil, ia bermimpi dengan mimpi yang menakjubkan. Ia bermimpi melihat sebelas bintang, matahari, dan bulan bersujud kepadanya. Ketika ia bangun, maka ia langsung mendatangi ayahnya, Nabi Ya’qub ‘alaihissalam menceritakan mimpinya itu. Ayahnya pun langsung memahami takwilnya, dan bahwa akan terjadi pada anaknya suatu urusan yang besar. Maka ayahnya segera mengingatkan Yusuf agar tidak menceritakan mimpinya itu kepada saudara-saudaranya yang nantinya setan akan merusak hubungan mereka dan berhasad kepadanya atas pemberian Allah itu. Yusuf pun menaati saran ayahnya. Saudara-saudara Yusuf Berniat Buruk Kepada Yusuf Nabi Ya’qub ‘alaihissalam sangat sayang kepada Yusuf sehingga membuat saudara-saudaranya merasa iri dengannya. Mereka pun berkumpul untuk membuat makar kepadanya agar Yusuf dijauhkan dari ayahnya dan kasih sayang itu beralih kepada mereka. Salah seorang di antara mereka mengusulkan untuk membunuh Yusuf atau membuan...

Antara Riba Dan Kerasukan Setan

Pemakan Riba Seperti Orang Kerasukan Setan. Mereka mengalami banyak masalah dan bingung, harus seperti apa. Akan sibuk kesana kesini, seperti orang linglung, karena terus menerus mengejar dunia.. . “Orang-orang yang makan (mengambil) riba, (pada hari kiamat) mereka tidak akan dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kerasukan setan lantaran (tekanan) penyakit gila. Hal itu dikarenakan mereka berkata, Sesungguhnya jual beli itu adalah sama dengan riba, padahal Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba. Orang yang telah sampai kepadanya larangan dari Tuhannya, lalu terus berhenti (dari mengambil riba), maka baginya kentungan-keuntungan (hasil riba) yang telah diambilnya dahulu (sebelum datangnya larangan itu), dan urusannya (terserah) kepada Allah. Dan orang-orang yang mengulangi (mengambil riba), maka mereka adalah penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya. (QS: al-Baqarah 275) . Ketika menafsirkan ayat di atas, Asy-Syaikh ‘Abdurrahman As-Sa’di rahimahullah ...